Minggu, 29 Juli 2018

Sinode Baptis Papua: Pembangunan Bukan Solusi Bagi Rakyat Papua Barat


Oleh Gembala Dr. Socratez S.Yoman
IMG_20180728_150135_427

1. Pendahuluan
Ketika saya membaca komentar Kepala Badan Penghubung Papua-Selandia Baru, Alexander Kapisa, saya sebagai Gembala mempunyai kewajiban & tanggungjawab untuk menggembalakan domba atau umat Tuhan ke jalan TUHAN dan kebenaran. Supaya tidak tersesat & jangan terjadi penyesatan umat Tuhan yang lebih banyak ke jalan Neraka.
Penulis mengutip apa yang dikatakan pak Kapisa.
” Yang kami paparkan saat itu terkait capaian-capaian pembangunan Papua sampai saat ini. Begitu juga mengenai indikator-indikator pembangunan seperti IPM, PDRB, tingkat kemiskinan dan lain sebagainya.”
Lebih lanjut ia katakan:
“Kami merasa saat ini mempunyai partner (rekan) yang tepat dalam membangun informasi mengenai Papua apalagi datang langsung dari Papua. Kegiatan Papua update ini sangat tepat untuk menyebarluaskan informasi tentang Papua, baik di dalam negeri maupun di luar negeri” (Jubi, 27/07/2018).
2. Kasus 8 Desember 2014
Apakah Kepala Penghubung Papua telah menyebarluaskan informasi tentang belum terpenuninya janji Presiden RI, Ir. Joko Widodo untuk kasus penembakan 4 siswa di Paniai pada 8/12/ 2014?
Capaian-capaian apa saja yang disebarluaskan?
Apakah Kepala Penghubung Papua turut sebarluaskan laporan Amnesty Internasional Indonesia: “aparat keamanan Indonesia membunuh hampir 100 orang Papua tanpa akuntabilitas?”
Penulis mengutip apa yang disampaikan Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid, sebagai berikut:
“Di wilayah ini, pasukan keamanan membunuh wanita, pria, dan anak-anak bertahun-tahun, tanpa kemungkinan untuk diminta pertanggungjawaban dalam suatu mekanisme hukum yang independen.”
Lebih jauh ia katakan:
“Sangat mengkhawatirkan melihat fakta bahwa polisi dan militer Indonesia menerapkan taktik kejam & mematikan yang mereka gunakan terhadap kelompok bersenjata pada aktivis politik damai. Semua pembunuhan di luar hukum melanggar
[27/7 20:50] Dr Socratez Yoman: hak asasi hidup, yang dilindungi oleh hukum Internasional dan konstitusi Indonesia.”
Lebih lanjut Hamid menegaskan:
“Ada hubungan langsung antara impunitas dan pelanggaran hak asasi manusia yang berkelanjutan. Kegagalan menginvestigasi dan mengadili pelaku akan membuat mereka (TNI/Polri) percaya bahwa mereka di atas hukum.”
Sangat benar, amin dan ya, apa yang dikatakan Amiruddin al Rahab dalam bukunya: Heboh Papua: Perang Rahasia, Trauma dan Separatisme (2010).
“Papua berintegrasi dengan Indonesia dengan tulang punggungnya pemerintah militer (hal. 42). Kehadiran dan sepak terjang ABRI yang kerap melakukan kekerasan di Papua kemudian melahirkan satu sikap yang khas Papua, yaitu Indonesia diasosiasikan dengan kekerasan. Untuk keluar dari kekerasan, orang-orang Papua mulai membangun identitas Papua sebagai reaksi untuk menentang kekerasan yang dilakukan oleh para anggota ABRI yang menjadi representasi Indonesia bertahun-tahun di Papua….Orang-orang Papua secara perlahan, baik elit maupun jelata juga mulai mengenal Indonesia dalam arti yang sesungguhnya. Singkatnya dalam pandangan orang Papua, ABRI adalah Indonesia, Indonesia adalah ABRI” (hal. 43).
Frof. Dr. Franz Magnis-Suseno membenarkan kekejaman dan kejahatan pemerintah Indonesia terhadap rakyat dan bangsa West Papua.
“Situasi di Papua adalah buruk, tidak normal, tidak berdab, dan memalukan, karena itu tertutup bagi media asing. Papua adalah luka membusuk di tubuh bangsa Indonesia” (hal. 255) ….kita akan ditelanjangi di depan dunia beradab sebagai bangsa yang BIADAB, bangsa PEMBUNUH orang-orang Papua, meski tidak dipakai senjata tajam” (hal. 257, Sumber: Kebangsaan, Demokrasi? Pluralisme, 2015).
3. Akar masalah West Papua
Tidak rahasia umum tentang akar persoalan bangsa West Papua.
3.1. Status politik bangsa West Papua dalam Indonesia belum final.
3.2. Pelanggaran berat HAM menuju PEMUSNAHAN ETNIS bangsa West Papua yang merupakan kejahatan Negara & noda hitam bagi Indonesia.
ITP, 27 Juli 2018.

Sabtu, 28 Juli 2018

Hasil Pengumutan Suara di Distrik Yagai Pada Pilkada Paniai






Kami Mahasiswa Asal Yagai yang ada setiap Kota Study di Indonesia, Sangat Berapresiasi Kepada masyarakat Distrik Yagai yang telah berjiwa besar dan netralisasi dalam proses pemilihan Bupati dan wakil bupati paniai Periode 2018-2023

Masyarakat Distrik yagai yang memahami persta demokrasi yang hakiki sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku.
Kalian telah membuktikan bahwa hak memilih ialah hak individu yang berasal dari hati nurani setiap insan manusia, yang adil, bermartabat serta bermoralitas dan berdemokratis.
Pemberian suara yang merata kepada kedua bakal colan yakni HK, YT- DAN MN-OG.

Masyarakat yagai memahami bahwa kedua bakal calon adalah putra terbaik paniai, yang layaknya jadi pemimpin 5 tahun mendatang ini, demi pembangunan dan kesejatraan pada semua marga dan suku yang ada di paniai, tanpa promordialisme yang terjadi didalam birokrasi maupun kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Salam Hormat untuk semua komponen masyarakat Yagai, yang telah memahami tata cara memilih yang efektif dan efisien dalam menentukan Pemimpin yang berwibawah dan pemimpin yang nerjujung tinggi kemakmuran bagi rakyat jelata yang tidak diperjitungkan oleh kaum penguasa (pemda paniai yang telah silam ini).
Kiranya meki Nawipa dan oktopianus Gobay. S.Ip. ada trobosan baru terjadi dipaniai, Kepeminan yang Bapak Mecki Nawipa dan Oktopianus Gobay. S.IP. harus merangkul semua masyarakat yang punya Kealihan dan kemampuan kaum Intelektual Yang ada di paniai maupun diluar paniai lainnya, tanpa memandang wilaya atau pun marga. Agar Proses pembangunan Sosiol, Insfrastruktur, kearifal lokal daerah Paniai agar bisa terakomodir dalam Program yang akan canangkan kedepannya, sehingga Etis dan Etos kerja, demi Terwujudnya Visi dan Misi yang sesuai koridor amanat peraturan yang beralaku tingkat daerah maupun ditingkat Nasional.

"Salam Perubahan"

Selasa, 24 Juli 2018

PERJALANAN JENDRAL MUSIK BLACK BROTHERS, THE LEGEND WEST PAPUA

FOTO: Musik Legendaris Orang Melanesia. Black Brothers sebuah Grup asal Papua Barat



Ini Perjalanan Grup Band Legendaris ‘Black Brothers

JAYAPURA — Selama dua tahun sejak 1976-1978, grup band dari timur Indonesia menggemparkan dunia musik nasional, dengan mengeluarkan tujuh album sekaligus. Kala itu, grup band ini dianggap sebagai korban politik, tapi pada kenyataannya mereka hanya fokus berkarya di dunia musik guna menghibur masyarakat, sekaligus mencari jati diri mereka. Inilah perjalanan singkat dari Legenda ‘Black Brothers’.

David Rumagesan menunjukkan album pertama Black Brother

Awalnya, mereka terkumpul pada 1974. Kala itu, belum ada nama Black Brothers, masih bernama Lost Iriantos. Berkumpulnya mereka dari tangan seorang bernama Andy Ayamiseba. Keempat orang itu masing-masing Hengky Sumanti Miratoneng (Hengky MS) sebagai vocal sekaligus gitaris, Benny Bettay bermain bas gitar, Stevie Mambor pada drum dan Yochy Patypeiluhu piawai pada alat musik Keyboard.

Setelah mereka main ke beberapa kota di Irian Jaya (Papua saat ini) ke mana-mana menggunakan nama Lost Iriantos. Lalu, datanglah Grup Panbers ke Jayapura. Saat itu, Lost Iriantos ditunjuk sebagai band pembuka sebelum pertunjukan Panbers. Bertemu dan akrablah dua band itu, Panbers dan Lost Iriantos.

Benny, salah satu personel Panbers memberi motivasi dan saran agar Lost Iriantos ke Jakarta. “Benny Panbers senang dan suka setelah dia dengar lagu ‘Hari Kiamat’ milik kami saat itu, dan jadi dia sarankan kami untuk ke Jakarta. Saat itu, Andy Ayamiseba sudah duluan ke Jakarta. Kami tak tahu di mana rimbanya Andy, kami hanya tahu dia ada di Jakarta,” ujar Yoch

Merantaulah personel Iriantos ke Ibukota Jakarta. Saat itu, Yochy bersama Hengky menggunakan kapal penumpang ke Jakarta. Sayangnya, Benny dan Stevie ketinggalan kapal. Setelah tiba di Jakarta, mereka pun bertemu Andy Ayamiseba dan selanjutnya Benny dan Stevie tiba di Jakarta menggunakan pesawat.

Telah terkumpul empat orang, mereka mencari seorang peniup terompet. Nah, rekan mereka, David, yang saat itu berada di Yogyakarta dipanggil untuk bergabung ke Jakarta, diikuti Amry dari Sorong turut bergabung, lengkaplah mereka berjumlah 6 orang, masing-masing Hengky, Benny, Stevie Mambor, Yochy, Amry dan David. “Saat itu kita mulai dengan nama Black Brothers, bulan April 1976 dan kita dapat kontrak di restauran. Saat itu juga ada orang Cina (Nyoo Ben Seng) masuk lihat kami, itu PT. Irama Tara, belum punya studio,” tutur Yochy.

P

Selasa, 17 Juli 2018

KORUPSI ADALAH PENYAKIT KANKER DALAM PROSES PEMBANGUNAN NEGARA


 
Korupsi ibarat kanker yang mengancam proses pembangunan dengan berbagai akibat, antara lain merugikan keuangan dan perekonomian negara. Sehingga menghambat pembangunan nasional. Korupsi juga menjadi kendala investasi dengan mengingatkan berbagai kisiko bagi investor yang berasal dari dalam maupun luar negeri, karena pelaku bisnis bekerja dan berurusan dalam lingkungan masyarakat yang korup. Bukan hanya berakibat pada banyaknya waktu yang terbuang tetapi juga pada besarnya uang yang harus dikeluarkan dalam proses investasi,khususnya saat berhubungan dengan aparatur pemerintah yang berwenang dalam hal tersebut.

World Bank telah melakukan jajak pendapat terhdap 40 negara yang penduduknya miskin dan menemukannya miskin dan menemukan bahwa korusi telah mengakibatkan yang berjujung pada kekecewaan masyarakat akibat adanya penyelewenangaan uang negara pada berbagai layanan masyarakat diantaranya jaminan kesehatan, pendidikan, dan ketersedian makanan yang terabaikan. Organ-organ miskin di sana mengeluh karena keadilan tidak lagi berpihak kepada mereka dan aparat penegak hukum telah dikendalikan oleh sistem bernuansa korupsi.

Terkait dengan transaksi bisnis Internasional, bentuk korupsi yang sering terjadi adalah penyuapan ( bribery) yang di lakukan orang asing terhadap pejabat suatu negara tempat kegiatan bisnis itu dilakukan, sering disebut dengan " bribery of foreign publik officials".

BY. AMOKA_ MAHASISWA FH. UNCEN.

Senin, 16 Juli 2018

Refrendum Adalah Solusi Demokratis Bagi Bangsa Papua Barat


SEJAK RAKYAT WEST PAPUA MENYATAKAN DIRINYA KEPADA DUNIA, BAHWA BANGSA YANG MERDEKA DAN BERDAULAT SEJAK 1 DESEMBER 1961, BELUM PERNAH BERPIKIR UNTUK DIALOG JAKARTA-PAPUA SAMPAI DETIK INI.
----------------------------------------------------


OPM-TPNPB No Compromi- (Tutup Mata, Telinga dan Mulut) hanya untuk merebut Kembali Hak Kemerdekaan dan Kedaulatan Bangsa West Papua melalui Perang Gerilya Tahapan yang sedang berlangsung di Negeri Revolusi West Papua ini.
Indonesia Sebagai negara colonial, bila ingin berdialog dengan Elit Papua berarti langsung saja berdialog dengan ULMWP.
Bukan berdialog dengan GUBERNUR, BUPATI, MRP, DPRD/DPRP, GEREJA, AKADEMISI, LSM, LMA, BMP DAN MILISI LAINNYA DI PAPUA BARAT INI.
DIALOG Tidak sembarang orang dan tidak sembarang tempat. Ada Wadah representatif yakni: ULMWP. Disini jalur dan mekanismenya yang resmi, layak dan benar. Jangan bicara sembarangan, seperti ayam berkokkok di MEDSOS FACEBOOK, Soalnya kita mempermalukan diri sendiri.
OPM-TPNPB, Dengan tegas menolak beberapa agenda jakarta/NKRI seperti:
1. OTSUS
2. DIALOG.
3. Pemekaran
4. PILKADA/PILGUB
5. SAHAM KAPITALISME seperti TP. FREEPORT INDONESIA, LNG Di Kaimana, Minyak Tanah di Sorong dll.
6. Pembangunan
7. Kesejahteraan
8. PARPOL dan sebagainya.
OPM-TPNPB berjuang dari Dulu sampai dengan detik Perang Gerilya berjalan ini sangat Jelas, Hanya orang Munafik, Profokator, Binaan BIN atau Penghianat yang bisa membolak-balikkan Fakta demi Kepentingan diri sendiri, kelompok, Marga atau Sukunya.
Militer West Papua (OPM-TPNPB) Perang melawan Colonialisme dan capitalisme karena IDEOLOGI PAPUA MERDEKA. OPM-TPNPB menuntut Hak Kedaulatannya (1 desember 1961).
#VIVA_TPNPB_OPM
#FREE_WEST_PAPUA
R.I.P DIALOG:
>>>>>ULMWP VS JAKARTA<<<<<