Rabu, 12 Juni 2019

KONSEP DEMOKRASI KESUKUAN, MENGHANCURKAN NASIONALISME WEST PAPUA


                          



OLeh: Jekson Gobai


Demokrasi kesukuan sangatlah tidak relevan diterapkan dipapua, karena demokrasi Kesukuan adalah sebuah sistem atau bentuk pemerintahan syang diselenggarakan di dalam batas-batas: wilayah ulayat, jangkauan hukum adat, dan sistem kepemimpinan serta pola kepemimpinan suku dan segala perangkat kesukuannya.

Jika demokrasi kesukuan diterapkan dipapua, maka akan berdampak panjang pada nasionalisme kehidupan orang papua.

Karena, kita sudah berada di zaman modern, atau pascamodern sehingga tidak perlu ada sistem pemerintahan yang berbau "suku", apalagi "kesukuan".

Kesukuan" berarti "sukuisme" yang sangat berpotensi menciptakan perpecahan, permusuhan & perbedaan, maka gagasan ini memupuk dan dapat memicu pada sukuisme dan daerahisme, sehingga tak relevan sekali terapkan dipapua dengan mengingat kemajemukan suku & rasa nasionalisme yang tinggi dipapua.

Ide dan gagasan ini juga akan menciptakan persaingan tidak sehat dalam tatanan kehidupan orang papua, karena pertumbuhan sukuisme mendatangkan perbedaan dan pembedaan.

 Bahwa dalam Masyarakat Adat tidak ada "Demokrasi". Masyarakat Adat itu masyarakat feodal, jadi demokrasi dan Masyarakat Adat tidak bisa baku dapat. Kedua dari mereka yang menerima atau menolak dengan syarat, Karena itu berkaitan erat dengan pembebasan bangsa ini dari penjajah.

Kalau kita bicara soal kebebasan bangsa ini saya kira sangat tidak relevan menggunakan konsep demokrasi kesukuan, karena papua dikenal dengan kemajemukan suku, budaya, adat dll. Karena membebaskan bangsa ini justru kita membutuhkan nasionalisme, solidaritas, & kebersamaan.

Jika kita mengunakan konsep tersebut maka akan berdampak panjang pada nilai nilai nasionalisme yang kita rangkaikan. Bicara soal papua merdeka bukan bicara soal suku, daerah, & marga. tapi ini bicara soal pembebasan bangsa papua dari penjajahan klonial indonesia. Makanya membutuhkan rasa  nasionalisme orang papua. Tanpa membedakan, suku, daerah, bahasa, ddl.

Jadi saya simpulkan bahwa demokrasi kesukuan adalah idealisme yang menjadi alat penghancur nasionalisme orang papua, karena sangat tidak kontekstual dengan kehidupan kemajemukan suku, budaya, bahasa, dan adat orang asli papua, & tak ada refrensi yang meyakinkan untuk membangun demokrasi kesukuan dipapua.

Sem karoba stop bawah masalah papua dalam perspektif kesukuan & dalam pandangan yang kerdil. Karena itu bukan bicara soal wamena merdeka, paniai merdeka, biak merdeka, sorong merdeka & merauke mardeka. Tapi ini bicara soal papua merdeka.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar